Terapkan Circuit Breaker

Pemerintah Singapura Hentikan Sementara Pelayanan Rogatori

Singapura merupakan salah satu negara dengan kasus COVID-19 (confirmed cases) yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Singapura hingga tanggal 15 Juni 2020, Singapura memiliki 40.818 confirmed cases, dengan 26 korban meninggal. Merespon hal tersebut, Singapura telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran COVID-19.

Pada 3 April 2020, gugus tugas antar kementerian Singapura menyatakan akan memberlakukan peningkatan upaya safe distancing selama 4 minggu (7 April – 4 Mei 2020). Kebijakan ini memberlakukan sistem pembelajaran dari rumah, serta menutup perkantoran kecuali pada sektor esensial dan beberapa sektor ekonomi yang penting bagi rantai pasokan lokal dan global. Pekerjaan dan bisnis lain dapat tetap dijalankan dari rumah. Warga Singapura diminta mengurangi pergerakan, interaksi, dan aktivitas diluar rumah kecuali sangat diperlukan.

Pemerintah Singapura memberlakukan periode Circuit Breaker mulai 7 April – 1 Juni 2020. Mulai 2 Juni 2020 Singapura akan mengakhiri periode Circuit Breaker dan masuk ke 3 fase, yaitu:

  1. Fase Pertama (Safe Re-opening) selama minimal 4 minggu;
  2. Fase Kedua (Safe Transition) akan diimplementasikan dalam beberapa bulan ke depan; dan
  3. Fase Ketiga (Safe Nation) yang merupakan fase new normal yang akan diimplementasikan hingga ditemukan vaksin Covid-19.

Dengan adanya kebijakan tersebut, KBRI Singapura menyampaikan adanya penundaan dalam penyampaian dokumen pengadilan yang ditujukan kepada pihak di Singapura karena perkantoran tutup dan para pegawai bekerja dari rumah sesuai kebijakan Circuit Breaker dimaksud. Sehubungan dengan pemberitahuan mengenai kebijakan Circuit Breaker tersebut, maka penyampaian dokumen pengadilan kepada pihak tertuju di Singapura tidak dapat dilaksanakan oleh KBRI Singapura selama masa CB berlangsung.

HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT